Sabtu, 03 Januari 2015

Gurihnya Bubur Maryam

Ada kuliner baru yang boleh Anda coba, Bubur Maryam yang berada di Jalan Sepakat 2 didepan Rumah Susun Mahasiswa Universitas Tanjungpura. Rasanya lezat, gurih dan harganya juga sangat terjangkau. Bubur yang dirintis oleh Ki Adi Pratama ini memiliki ciri khas remasan emping dan kacang hijau goreng serta suiran ayam. Sambal yang garang menambah gigitan bubur gurih ketika Bubur Maryam menyentuh fondasi lidah kita. Sreng....ada rasa pedas, manis dan harum.

Anda cukup merogoh kocek Rp 8000 untuk satu mangkok bubur Maryam ini. Yang menarik dari harga RP 8000 itu Ki Adi Pratama, yang juga seorang pengusaha property sukses ini mengalokasikan RP 500 per mangkon untuk Baitul Maal PMMAY.  Sudahlah lezat buburnya, ada amalnya lagi. Recomended Food lah pokoknya.

Ki Adi Pratama berencana akan mengembangkan bisnis buburnya dengan sistem kemitraan. Mitra hanya menyediakan tempat dan pelayan saja, sedangkan buburnya ia yang akan supplai. "YAng berminat silahkan kontak saya. Program kemitraannya simple, amal dan untungnya InsyaAllah jelas", ujang Ki Adi Pratama. (Bungben)

penampakan Bubur Maryam

Ki Adi Pratama, owner Bubur Maryam

Kios Bubur Maryam

Jumat, 02 Januari 2015

Hal-hal yang membatalkan pertolongan Allah

Forum SMK edisi ke 12
Keinginan untuk mendekat kepada Allah merupakan fitrah manusia. Banyak cara yang dilakukan untuk mendekat kepada sang Khaliq. Salah satunya adalah dengan menghadiri kajian-kajian ilmu. Demikian yang disampaikan Ustadz Luqmanulhakim Pimpinan Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin (PMMAY), didepan peserta Forumsmk yang diselengarakan di Masjid Kapal Serdam, Sabtu (3/1).

Ustadz Luqmanulhakim menyampaikan bahwa ada 5 hal yang dapat membatalkan pertolongan Allah kepada kita yaitu berkeluh kesah, kikir atau pelit, tergesa-gesa, meminta Allah menyegerakannya dan yang terakhir adalah belum menancapnya keyakinan dalam diri kita. Hal itu berdasarkan Al Qur'an surah Al-Ma'arij (70) ayat 19-21, Al-Anbiya (21) ayat 37, Al-Isra (17) ayat 11 dan Al-Hijr (15) ayat 99.

Forum SMK merupakan forum rutin yang diadakan setiap sabtu pada pukul 06.00-08.30 wib. SMK kali ini merupakan edisi ke 12 dan akan berlanjut pada tiap Sabtu pagi minggu berikutnya. Pada forum ini dihadiri kurang lebih 100 jamaah yang hadir dan berasal dari berbagai wilayah di kota pontianak dan sekitarnya. (waliz)

Kamis, 01 Januari 2015

7 Amalan Manusia Sukses

Oleh Bungben

Barusan shalat Jumat di Masjid Nurul Iman, Roban Kota Singkawang. Khatibnya saya ga tahu namanya. Namun temanya lumayan menarik untuk diangkat. Tentang 7 amalan Rasulullah.
Nah judul artikel ini saya modif menjadi 7 amalan manusia sukses karena memang sematan manusia paling sukses di dunia ya hanya Rasulullah, maka yang menirunya pasti akan bisa mendapatkan sukses sesuai dengan apa yang dicita-citakannya. Dan saya sangat yakin 7 amalan ini kalau bisa diterapkan akan lebih dahsyat hasilnya dari the 7 habbit karyanya Stephen Covey.

Berikut tujuh amalan itu:
1. Shalat dhuha
2. Berdzikir
3. Istighfar
4. Shalat Tahajud
5. Berwudlu
6. Membaca Alquran
7. Shedekah

Cara menjalankannya tak perlu saya uraikan satu persatu, demikian pula dengan keutamannya. Tapi kalau ada waktu saya setup link ke web terpercaya. Yang terpenting adalah mari kita jadikan 7 amalan itu sebagai kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan yang dijamin membuahkan kesuksesan bagi para pengamalnya dan yang menarik kebiasaan itu jika dilakukan pasti diganjar kebaikan di akherat oleh Allah SWT.

Pempek Sriwijaya berbagi dengan anak Yatim dan Penghafal Qur'an.


Anak yatim di Pempek Sriwijaya
Menyenangkan dan memuliakan anak yatim piatu dan para penghafal Al Quran adalah amal shaleh yang bernilai ibadah tinggi. Hal inilah yang diamalkan oleh Syafril Pink, owner empek-empek
Sriwijaya yang juga pengurus PMMAY ini.

Sekitar 25 anak yatim dan para penghafal Al quran ia undang untuk turut menikmati santapannkuliner khas empek-empek sriwijaya miliknya. "Saya teringat pesan Ustadz Yusuf Mansur, bahwa berbagilah dengan sesama disaat kita susah, disaat kita sempit dan disaat kita sedang dalam kekurangan." Ujar Syafril di warung Pempek Sriwijaya nya di jalan Panglima Aim, Pontianak Timur.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir Ustadz Luqmanulhakim Pimpinan Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin (PMM-AY). Beliau memotivasi anak yatim yang diundang oleh Syafril bahwa ke depan mereka harus mampu berbagi seperti yang dilakukan oleh bang Syafril Pink. "Selain tebal isi otaknya dengan ayat-ayat Qur'an, dompet adek-adek juga harus tebal isinya dengan uang", ujar Ustadz Luqmanulhakim yang langsung diamini oleh para hadirin.Hadir dalam kegiatan tersebut 

Adi Pratama, seorang pengusaha properti muda kota pontianak yang turut serta dalam kegiatan tersebut mengharapkan agar kegiatan ini menjadi jadi tren baru di kota Pontianak. Nama programnya bisa saja nanti wisata kuliner santri. "Minggu depan siapakah yang akan melanjutkan trend ini? Adakah yang mau beramal membahagiakan anak yatim? Apakah itu anda?" tutupnya. (wlz)

PMMAY Siapkan Madrasah Aliyah Kejuruan Berbasis Pesantren

Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas SDM di Kalbar Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin berencana mendirikan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) berbasis pesantren. Rencananya Content pendidikan dibangun dengan menjadikan ajaran Islam sebagai fondasi. Demikian yang disampaikan oleh Ustad Luqmanulhakim, pimpinan Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin dalam acara pembentukan tim kerja pendirian MAK di Restaurant Serdam Kamis kemarin (1/1),
Ustad Luqmanulhakim menjelaskan bahwa MAK tersebut akan fokus pada jurusan teknologi informasi dan multimedia. "Keunikan MAK yang akan kami bangun adalah para santri diwajibkan untuk mondok di asrama dan diwajibkan untuk mengikuti pendidikan agama Islam. Selain itu kami menggunakan bahasa arab dan bahasa inggris sebagai bahasa sehari-hari dan bahasa pengantar di kelas", ujar Ustad Luqman.
PMMAY menurut ustad Luqman telah membentuk tim yang diketuai oleh HM.Nur Hasan dengan anggota tim Beni S, Gun Mayudi, Ustad Sona, ustadz Qodja, Harry Saputra, Bobby, Al Kautsar,dan Waliz. "InsyaAllah kita akan jadikan Madrasah ini sebagai pusat pengembangan Teknologi Informasi di Kalbar", tambah ustad Luqman.

Rabu, 31 Desember 2014

PMMAY SEGERA LUNCURKAN MAYBIZ MANAGEMENT

Dalam rangka untuk mengembangkan potensi ekonomi ummat dan mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha otak tauhid, Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin berencana meluncurkan lembaga pengembangan bisnis dan manajemen yang diberi nama MAYBIZ MANAGEMENT.
Menurut Beni Sulastiyo, Pimpinan PMMAY sekaligus ketua tim pengembangan bisnis PMMAY, lembaga tersebut disetting dalam kerangka bisnis berjamah. "Kami akan menyediakan support system dalam bidang administrasi, pemasaran, sumber daya keuangan serta fasilitas dengan model kerjasama bisnis yang saling menguntungkan. Jangka waktu kerjasama antara 2-10 tahun. Pengusaha yang telah mapan fondasi bisnisnya akan dilepas secara mandiri untuk turut berkibaku dalam kompetisi bisnis", ujar Beni.

Beni menambahkan bahwa MAYBIZ MANAGEMENT sementara ini akan fokus pada bisnis dalam bidang industri kreatif, kuliner, perdagangan dan jasa. "Sementara ini kami hanya mampu menjalinkemitraan untuk 4 bidang bisnis itu saja. Namun di masa yang akan datang sangat dimungkinkan untuk mebangun bisnis di bidang lainnya", ujar Beni.

Keunikan MAYBIZ MANAGEMENT adalah penerapan otaktauhid dalam pengembangan bisnis dan manajemen. "Kami tidak menggunakan istilah otak kanan atau otak kiri, kami menggunakan istilah otak tauhid yang mana semua daya upaya kita gantungkan sepenuhnya kepada Allah SWT", tambah ayah dua anak yang biasa disapa Bungben ini. Selain menggunakan prinsip Otak Tauhid, kehidupan berjamaah pun menjadi ciri khas utama dari lembaga ini. "Perbedaan Islam dengan ekonomi kapilistik terletak pada kebersamaannya. Ekonomi kapitalistik menyanjung prinsip individualistik, sedangkan Islam itu mengedepankan kehidupan berjamaah untuk kemashlahatan bersama", tambahnya.


Abdul Qodir Jaelani : Bebaskan Pendidikan Berkualitas dari Logika Industri!

Qodja
Abdul Qodir Jaelani atau yang biasa disapa Qodja adalah salah seorang tokoh muda muslim Kalbar yang aktif meramaikan ruang dakwah di Kalimantan Barat. Manajer Masjid Kapal Munzalan Mubarakan 1 Ampera yang sewaktu kuliah pernah menjabat sebagai Plt Wakil Presiden Mahasiwa Universitas Tanjungpura ini memiliki berbagai pemikiran yang sangat menarik. Salah satunya di bidang pendidikan. Menurut Qodja ummat Islam harus memiliki akses pendidikan yang berkualitas. Ummat Islam menurutnya tak patut menjadikan pendidikan sebagai ladang bisnis. "Dalam ajaran Islam pendidikan berkualitas itu adalah tanggung jawab negara, jika negara tak mampu menyediakannya maka tanggung jawab tersebut terbuka untuk diemban setiap muslim. Idealnya pendidikan berkualitas itu harus murah agar bisa dijangkau semua kelas masyarakat", ujarnya.
Ia tak menampik bahwa biaya penyelenggaraan pendidikan memang tidaklah murah. Namun, apabila proses pengelolaan pendidikan dilakukan dengan ikhlas dan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara berjamaah, maka sangat mungkin ummat Islam dapat merasakan pendidikan yang berkualitas namun dengan biaya yang terjangkau. Ia mencontohkan sistem pengelolaan pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Di Pondok tersebut, ujar aktivis islam ini, biaya pendidikan bisa ditekan sangat murah. Walaupun murah, pendidikan di Gontor tetap dapat menyajikan proses pendidikan yang berkualitas. Ia membandingkan paradigma pengelolaan biaya pendidikan di Gontor dengan beberapa pesantren di Kalbar yang masih sangat bergantung dengan iuran santrinya untuk bisa tetap eksis "Paradigma pengelolaan lembaga pendidikan yang mandiri seperti di Gontor memang belum berhasil dicontoh oleh pengelola lembaga pendidikan di Kalbar sehingga sangat bergantung dengan uang SPP yang dipungut dari santri, beda halnya dengan Gontor yang punya banyak unit usaha untuk mensubsidi biaya pengelolaan pendidikan disana. Maka melahirkan pendidikan berkulitas dan murah serta mandiri adalah PR penting bersama umat islam Kalbar, sebab jika pendidikan berkualitas hanya bisa dijangkau oleh para orang tua kaya, bagaimana nasib para orang tua yang kurang beruntung?", tanyanya.
Pria yang juga menjadi koordinator Majelis Jejak Nabi Kota Pontianak ini bercita-cita dapat membangun sebuah pondok pesantren yang berkualitas namun dapat dijangkau oleh semua kalangan. Ia menambahkan bahwa saat ini ia telah bergabung dengan para aktivis dakwah di Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin (PMMAY). Bersama Pak Nurhasan, ustadz Luqmanulhakim, dan puluhan sahabatnya, ia mengaku sedang berupaya mendesain sebuah pesantren yang berkualitas namun memiliki tarif yang dapat dijangkau oleh semua kalangan. "Kita harus berjama'ah bekerja keras untuk membebaskan pendidikan dari logika industri. Pendidikan gratis yang mandiri adalah kewajiban dan tanggung jawab kita bersama", tambah Qodja.

Selasa, 30 Desember 2014

Yandi: Gus Dur juga milik Masyarakat Tionghoa

Masyarakat Tionghoa merasa memiliki Gus Dur. Kami menganggap Gus Dur itu dalam beberapa sisi lebih Tionghoa dibandingkan tokoh-tokoh Tionghoa itu sendiri. Demikian yang disampaikan oleh Yandi, pengurus MABT kota pontianak yang juga anggota DPRD Kota Pontianak dalam diskusi Gus Dur in Memorian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah IPNU Kalimantan Barat Kamis kemarin (31/12).
Yandi menjelaskan bahkan Gus Dur mampu turut serta menyelesaikan konflik di Walubi yang notabene menjada agama terbesar masyarakat Tionghoa. "Begitulah hebatnya Gus Dur", ujar Yandi.
Gus Dur, menurut Yandi merupakan satu-satunya tokoh yang bertahan sebagai trending topik dalam masyarakat Tionghoa."ia berhasil membangun citra bahwa Islam itu mencintai masyarakat non Islam. Kemana-mana Gus Dur selalu mampu mengatakan bahwa dirinya adalah bagian dari semua masyarat, termasuk masyarakat Tionghoa. "Inilah hebatnya Gus Dur", ujar Yandi.
Diskusi yang juga meghadirkan Beni Sulastiyo, pimpinan PMMAY ini diikuti secara antusias oleh 50 an aktivis IPNU wilayah Kalimantan Barat.

Amin, Ketua terpilih PW IPNU Kalbar mengatakan bahwa kegiatan diskusi dalam rangka HAUL GUs DUr ini adalah kegiatan perdana yang digelar oleh PW IPNU Kalbar. Tujuannya dari acara ini adalah untuk mensosialisasikan gagasan dan pemikiran Gus Dur yang mungkin dapat menginspirasi para pengurus baru PW IPNU Kalbar.