Minggu, 04 Januari 2015

PMMAY DORONG KERJABERSAMA BISNIS PENGUSAHA MUSLIM

Pimpinan PMMAY dari kiri, Ustadz Luqmanuulhakim,
Beni Sulastiyo, HM.Nurhasan
Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin (PMMAY) berencana akan membentuk Islamic Business Center (IBC) yang bertujuan untuk mendorong kerjabersama antar pengusaha muda muslim. Kerja bersama bisnis (KBB) itu bahasa kerennya bisnis berjamaah.  Ustadz Luqmnanulhakim, Pimpinan PMM AY membenarkan adanya rencana tersebut. Namun, menurutnya konsep konkritnnya baru disiapkan. "Kami telah melakukan kajian rutin untuk mendorong pengembangan ekonomi berjamaah melalui forum khusus yang digelar setiap Ahad pagi. Nah mudah-mudahan IBC ini dapat menjadi solusi konkritnya", ujar ustad Luqman, 

Beni Sulastiyo,  salah satu Pimpinan PMM
AY yang menjadi Ketua Tim perumus konsep IBC bersama H.M. Nurhasan  menjelaskan bahwa Kerja Bersama Bisnis itu berbeda dengan kerja sama bisnis. Kerja Bersama Bisnis itu tidak mesti harus berupa joint usaha yang berorientasi pada keuntungan. Kerja Bersama Bisnis dapat pula berbentuk komitment 2 atau lebih pengusaha untuk memecahkan persoalan bersama. Secara tekhnis Beni mencontohkan, ketika para pengusaha muslim merasa penting untuk beraktivitas di sebuah kawasan strategis namun urung karena tak mampu membayar biaya sewa yang lebih tinggi, maka para pengusaha tersebut dapat berkolaborasi menyewa properti tersebut secara patungan beramai-ramai. Biayanya ditanggung bareng-bareng sehingga lebih ringan. Dengan demikian biaya investasi dapat ditekan seminimal mungkin. "Jadi KBB lebih merupakan sebuah proses relationship yang sifatnya strategis diantara 2 atau lebih pengusaha", ujar Beni.

Untuk mendorong terwujudnya tradisi tersebut, PMMAY sedang menyiapkan konsep taktisnya dengan membuat semacam lembaga kerja bersama yang dapat dibentuk oleh siappun. Namanya sudah ada, yaitu Islamic Business Center (IBC). "Nah IBC ini dapat dapat didirikan oleh siapapun dengan sistem yang akan kami siapkan nantinya", tambah Beni.

Beni menambahkan bahwa pada bulan Januari nanti PMMAY akan membuat satu buah pilot project IBC yang akan dibentuk di Sungai Raya Dalam. "InsyaALlah ustadz Luqmanulhakim akan meluncurkan IBC pertama pada pertengahan Bulan Januari 2015, nanti", ujar Beni.



Tak Ade Cerite Orang Bersedekah itu Tambah Sengsare

Dari kiri, Yandi (naggota DPRD Kota Pontianak),
Amin (Ketua PWIPNU Kalbar, Beni S (Pimpinan PMMAY)
Tak ada ceritanya orang yang gemar bersedekah itu tambah sengsara.
Tak terhitung orang yang telah membuktikannya. Kegemaran bersedekah itu ternyata juga menjadi sifat Gus Dur jauh hari sebelum beliau menjadi Presiden. Demikian yang disampaikan oleh Beni Sulastiyo, Pimpinan Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin Pontianak dalam acara diskusi panel Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, Rabu, 31 Desember 2014.
Beni memaparkan bahwa cara Gus Dur bersedekah itu sangat ekstrem. Beni berkisah bahwa suatu ketika, pada tahun 80an Gus Dur pernah menyedekahkan seluruh uang hasil penjualan mobil satu-satunya yang ia miliki kepada seorang kyai yang pesantrennya sedang dilanda masalah keuangan. Padahal rencana awal uang hasil penjualan itu akan dijadikan modal awal untuk memulai bisnis pabrik kecap yang diajukan istrinya. Bukan sebagian yang ia sedekahkan, tapi seluruhnya. Aksi sedekah Gus Dur ini sempat membuat istrinya komplain dengan Gus Dur karena berakibat pada batalnya pembangunan pabrik kecap yang sudah diimpikan berbulan-bulan lamanya.

Sedekah ekstrem yang dilakukan oleh Gus Dur itu menurut Beni ternyata tak lantas membuat Gus Dur dan keluarganya tambah menderita. Bahkan sebaliknya, popularitas Gus Dur semakin melesat dan berpuncak saat ia dipercaya menjadi presiden 19 tahun kemudian.

Apa yang dilakukan oleh Gus Dur sebaiknya dapat kita contoh. "Gus Dur telah memberi kita pelajaran bahwa tak ada jalannya orang yang bersedekah dan bekorban itu bakalan tambah sengsara.

"Hukum Alamnya malah justru kebalikannya. Siapa yang gemar bersedekah maka dia pasti tambah sejahtera. Siapa yang gemar berkorban, maka ia pasti tambah mulia", ujar Beni.

Menurut Beni, Gus Dur juga sangat gemar bersedekah ilmu. Sebuah penelitian menunjukan bahwa hingga menjelang wafatnya, Gus Dur telah menulis lebih dari 400 judul buku. Kalau ditambah dengan artikel dan makalah di berbagai forum, jumlah tulisan Gus Dur mungkin bisa ribuan jumlahnya. "Nah seperti juga sunatuLlahnya sedekah itu, sedekah ilmupun tak lantas membuat Gus Dur kehabisan ilmu. Ilmu pengetahuan beliau justru semakin banyak", tambah Beni di hadapan 50an pengurus PWIPNU Kalbar.

Beni menyayangkan bahwa saat ini generasi mudah sudah mulai meninggalkan amalan bersedekah materi dan ilmu ini. Jadi jangan heran jika kita merasa semakin miskin dan semakin bodoh dalam pengembangan ilmu pengetahuan. "Sudah saatnya kini kita mengamalkan amalan Gus Dur yang luar biasa itu. Sedekah itu tidak terkait dengan faktor kemampuan, tapi kemauan", tambah Beni.

Amin, ketua PWIPNU kalimantan Barat menyatakan bahwa diskusi tersebut ia gelar sebagai kegiatan perdana pengurus PWIPNU yang baru saja terpilih. Walaupun belum dilantik, kami telah menggelar kegiatan diskusi panel ini sebagai penghormatan terhadap Gus Dur sang Guru Bangsa. "Mudahan melalui diskusi panel ini kita semakin mencintai dan memahami Gus Dur sebagai salah satu tokoh Nu yang banyak jasanya bagi bangsa ini", ujar Amin.

Sabtu, 03 Januari 2015

Haji Aman Muallaf yang Sukses di Bisnis Kuliner

 Haji Aman sedang mengolah
pesanan customer
Kalau Anda ke Kota Singkawang pasti pernah lihat Mie Kering Haji Aman. Sebuah destinasi kuliner yang cukup populer di Kota Singkawang. Mie Kering Haji Aman adalah panganan mie kering khas orang-orang tionghoa yang ada di Kalimantan Barat. Bedanya Mie Kering Haji Aman tentu saja halal, karena tidak menggunakan B2 yang selalu digunakan sebagai pelengkap sajian mie kering.
Untuk masalah rasa, jangan ditanya, Mie Kering Haji Aman punya rasa yang khas. Apalagi kalau sudah dilumuri sambal, kecap dan cuka. Hmmm, sungguh semriwing baunya, dan tentu saja lezat rasanya. Saya pribadi ga cukup kalau hanya menyantap satu mangkok. Minimal 2 mangkok, hihiii.

Saat mengunjungi Mie Kering Haji Aman, saya beruntung karena bisa bertemu langsung dengan pemiliknya. Seperti biasa, saya ajak ngobrol-ngobrol. Itung-itung memanjangkan tali silaturihm lah. Ternyata sang Owner adalah seorang Muallaf. Sudah sekitar 28 tahun memeluk Agama Islam. Lalu menikah dengan wanita Singkawang. Haji Aman bercerita sebelumnya ia berprofesi sebagai karyawan di bengkel milik ayahnya. Ia merasa tidak bebas, karena sulit melakukan ibadah. Akhirnya iapun merintis usaha mie kering ini.
Usaha mie keringnya ini baru berlangsung 4 tahun. Di tahun keempat ia bisa menempati Ruko dipinggir jalan dekat pintu masuk Kota Singkawang. Saat ditanya tips suksesnya, ia menyatakan bahwa ini semua anugrah dari Allah SWT. Kita tak boleh meninggalkan kewajiban kita, terutama shalat. "Jangan tinggalkan shalat", ujar Haji Aman bersemangat.

Pak Haji Aman ternyata juga punya komitment untuk membantu para pengusaha muslim yang mau berbisnis dengan memberikan kesempatan untuk bermitra dengannya. Caranya mudah, mitra hanya menyediakan tempat dan karyawan saja, mie kering dan kuahnya ia yang akan membuatnya. Satu mangkoknya saya kasih RP 2000. Hasil penjualan dari air menjadi hak mitra.
"Seorang muslim itu harus bisa mandiri", ujar Haji AMan bersemangat. (bungben)

Gurihnya Bubur Maryam

Ada kuliner baru yang boleh Anda coba, Bubur Maryam yang berada di Jalan Sepakat 2 didepan Rumah Susun Mahasiswa Universitas Tanjungpura. Rasanya lezat, gurih dan harganya juga sangat terjangkau. Bubur yang dirintis oleh Ki Adi Pratama ini memiliki ciri khas remasan emping dan kacang hijau goreng serta suiran ayam. Sambal yang garang menambah gigitan bubur gurih ketika Bubur Maryam menyentuh fondasi lidah kita. Sreng....ada rasa pedas, manis dan harum.

Anda cukup merogoh kocek Rp 8000 untuk satu mangkok bubur Maryam ini. Yang menarik dari harga RP 8000 itu Ki Adi Pratama, yang juga seorang pengusaha property sukses ini mengalokasikan RP 500 per mangkon untuk Baitul Maal PMMAY.  Sudahlah lezat buburnya, ada amalnya lagi. Recomended Food lah pokoknya.

Ki Adi Pratama berencana akan mengembangkan bisnis buburnya dengan sistem kemitraan. Mitra hanya menyediakan tempat dan pelayan saja, sedangkan buburnya ia yang akan supplai. "YAng berminat silahkan kontak saya. Program kemitraannya simple, amal dan untungnya InsyaAllah jelas", ujang Ki Adi Pratama. (Bungben)

penampakan Bubur Maryam

Ki Adi Pratama, owner Bubur Maryam

Kios Bubur Maryam

Jumat, 02 Januari 2015

Hal-hal yang membatalkan pertolongan Allah

Forum SMK edisi ke 12
Keinginan untuk mendekat kepada Allah merupakan fitrah manusia. Banyak cara yang dilakukan untuk mendekat kepada sang Khaliq. Salah satunya adalah dengan menghadiri kajian-kajian ilmu. Demikian yang disampaikan Ustadz Luqmanulhakim Pimpinan Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin (PMMAY), didepan peserta Forumsmk yang diselengarakan di Masjid Kapal Serdam, Sabtu (3/1).

Ustadz Luqmanulhakim menyampaikan bahwa ada 5 hal yang dapat membatalkan pertolongan Allah kepada kita yaitu berkeluh kesah, kikir atau pelit, tergesa-gesa, meminta Allah menyegerakannya dan yang terakhir adalah belum menancapnya keyakinan dalam diri kita. Hal itu berdasarkan Al Qur'an surah Al-Ma'arij (70) ayat 19-21, Al-Anbiya (21) ayat 37, Al-Isra (17) ayat 11 dan Al-Hijr (15) ayat 99.

Forum SMK merupakan forum rutin yang diadakan setiap sabtu pada pukul 06.00-08.30 wib. SMK kali ini merupakan edisi ke 12 dan akan berlanjut pada tiap Sabtu pagi minggu berikutnya. Pada forum ini dihadiri kurang lebih 100 jamaah yang hadir dan berasal dari berbagai wilayah di kota pontianak dan sekitarnya. (waliz)

Kamis, 01 Januari 2015

7 Amalan Manusia Sukses

Oleh Bungben

Barusan shalat Jumat di Masjid Nurul Iman, Roban Kota Singkawang. Khatibnya saya ga tahu namanya. Namun temanya lumayan menarik untuk diangkat. Tentang 7 amalan Rasulullah.
Nah judul artikel ini saya modif menjadi 7 amalan manusia sukses karena memang sematan manusia paling sukses di dunia ya hanya Rasulullah, maka yang menirunya pasti akan bisa mendapatkan sukses sesuai dengan apa yang dicita-citakannya. Dan saya sangat yakin 7 amalan ini kalau bisa diterapkan akan lebih dahsyat hasilnya dari the 7 habbit karyanya Stephen Covey.

Berikut tujuh amalan itu:
1. Shalat dhuha
2. Berdzikir
3. Istighfar
4. Shalat Tahajud
5. Berwudlu
6. Membaca Alquran
7. Shedekah

Cara menjalankannya tak perlu saya uraikan satu persatu, demikian pula dengan keutamannya. Tapi kalau ada waktu saya setup link ke web terpercaya. Yang terpenting adalah mari kita jadikan 7 amalan itu sebagai kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan yang dijamin membuahkan kesuksesan bagi para pengamalnya dan yang menarik kebiasaan itu jika dilakukan pasti diganjar kebaikan di akherat oleh Allah SWT.

Pempek Sriwijaya berbagi dengan anak Yatim dan Penghafal Qur'an.


Anak yatim di Pempek Sriwijaya
Menyenangkan dan memuliakan anak yatim piatu dan para penghafal Al Quran adalah amal shaleh yang bernilai ibadah tinggi. Hal inilah yang diamalkan oleh Syafril Pink, owner empek-empek
Sriwijaya yang juga pengurus PMMAY ini.

Sekitar 25 anak yatim dan para penghafal Al quran ia undang untuk turut menikmati santapannkuliner khas empek-empek sriwijaya miliknya. "Saya teringat pesan Ustadz Yusuf Mansur, bahwa berbagilah dengan sesama disaat kita susah, disaat kita sempit dan disaat kita sedang dalam kekurangan." Ujar Syafril di warung Pempek Sriwijaya nya di jalan Panglima Aim, Pontianak Timur.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir Ustadz Luqmanulhakim Pimpinan Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin (PMM-AY). Beliau memotivasi anak yatim yang diundang oleh Syafril bahwa ke depan mereka harus mampu berbagi seperti yang dilakukan oleh bang Syafril Pink. "Selain tebal isi otaknya dengan ayat-ayat Qur'an, dompet adek-adek juga harus tebal isinya dengan uang", ujar Ustadz Luqmanulhakim yang langsung diamini oleh para hadirin.Hadir dalam kegiatan tersebut 

Adi Pratama, seorang pengusaha properti muda kota pontianak yang turut serta dalam kegiatan tersebut mengharapkan agar kegiatan ini menjadi jadi tren baru di kota Pontianak. Nama programnya bisa saja nanti wisata kuliner santri. "Minggu depan siapakah yang akan melanjutkan trend ini? Adakah yang mau beramal membahagiakan anak yatim? Apakah itu anda?" tutupnya. (wlz)

PMMAY Siapkan Madrasah Aliyah Kejuruan Berbasis Pesantren

Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas SDM di Kalbar Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin berencana mendirikan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) berbasis pesantren. Rencananya Content pendidikan dibangun dengan menjadikan ajaran Islam sebagai fondasi. Demikian yang disampaikan oleh Ustad Luqmanulhakim, pimpinan Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin dalam acara pembentukan tim kerja pendirian MAK di Restaurant Serdam Kamis kemarin (1/1),
Ustad Luqmanulhakim menjelaskan bahwa MAK tersebut akan fokus pada jurusan teknologi informasi dan multimedia. "Keunikan MAK yang akan kami bangun adalah para santri diwajibkan untuk mondok di asrama dan diwajibkan untuk mengikuti pendidikan agama Islam. Selain itu kami menggunakan bahasa arab dan bahasa inggris sebagai bahasa sehari-hari dan bahasa pengantar di kelas", ujar Ustad Luqman.
PMMAY menurut ustad Luqman telah membentuk tim yang diketuai oleh HM.Nur Hasan dengan anggota tim Beni S, Gun Mayudi, Ustad Sona, ustadz Qodja, Harry Saputra, Bobby, Al Kautsar,dan Waliz. "InsyaAllah kita akan jadikan Madrasah ini sebagai pusat pengembangan Teknologi Informasi di Kalbar", tambah ustad Luqman.